Human, Girl, Daydreamer

Showing posts with label IPA. Show all posts
Showing posts with label IPA. Show all posts

Sunday, April 5, 2015

Laporan Praktikum IPA: KEPEKAAN LIDAH MENGECAP RASA



KEPEKAAN LIDAH MENGECAP RASA
Bagaimana prosedur kerjanya?
I.                   Tujuan
-          Mengetahui fungsi lidah
-          Mengetahui cara kerja lidah
-          Mengetahui letak kepekaan rasa pada lidah
-          Mengetahui fungsi air liur
II.                Alat dan Bahan
-          Sendok, tisu, wadah, cotton bud, stopwatch
-          Gula halus, garam halus, obat yang sudah digerus, cuka.
III.             Langkah Kerja
Setiap kelompok menyiapkan satu sendok teh gula halus, garam halus, serbuk natrium sitrat, dan serbuk kina. Siapkan pula 4 cotton bud atau tusuk gigi yang telah dibungkus kapas pada bagian ujungnya, segelas air, kertas, dan jam tangan atau stopwatch.
Pilih satu orang dari setiap kelompok kalian untuk menjadi probandus (orang yang diuji). Keringkan lidah probadus dengan kertas tisu. Setelah itu oleskan cotton bud dan gula halus, kemudian tempelkan sedikit pada ujung lidah. Catat waktu yang diperlukan dengan jam tangan atau stopwatch saat gula halusditempelkan pada ujung lidah sampai terkecapnya rasa manis. Lakukan hal yang sama pada lidah bagian tepi lidah, tepi belakang, dan pangkal lidah. Setelah gula halus selesai, lakukan hal yang sama pada 3 bahan yang lainnya dengan menggunakan cotton bud yang berbeda-beda.
Read More

Laporan Praktikum IPA: GERAK REFLEKSI DAN GERAKAN BIASA


GERAK REFLEKSI DAN GERAKAN BIASA
I.                   Tujuan Percobaan
Mengetahui dan membedakan gerak rekfles dan gerak biasa.
II.                Alat dan Bahan
-          Kursi
-          Buku Paket Biologi
-          Seorang anak untuk menjadi probandus.
III.             Langkah Kerja
1.      Mintalah salah seorang teman Anda untuk duduk pada sebuah kursi!
2.      Secara tiba-tiba dekatkan punggung tanganmu ke arah teman anda tadi dan catatlah reaksi ditunjukkan teman anda tadi!
3.      Mintalah teman anda tadi mengedipan matanya, catatlah gerakan yang dilakukan, bandingkan dengan gerakan yang timbul karena didekati punggung tangan secara tiba-tiba!
4.      Isilah hasil pengamatan pada tabel di bawah ini!

IV.             Tabel Pengamatan
Gerak Refleks
Gerak Biasa
Saat tiba-tiba didekatkan punggung tangan ke arah matanya.
Membaca, membolak-balik halaman, gerakkan lain selain gerak refleks.
Rangsang → Reseptor → Sumsum tulang belakang → Sel Motorik → Efektor → Gerakan.
Rangsangan → Reseptor → Sel Sensorik → Otak → Sel Motorik → Efektor → Gerakan.

V.                Materi Diskusi
1.      Lebih cepat mana tanggapan diberikan antara perlakuan I dan perlakuan II? Mengapa?
Jawab: Perlakuan I, yaitu saat punggung tangan didekatkan ke arah matanya. Hal ini, karena perlakuan I merupakan rangsangan secara tiba-tiba sehingga menyebabkan gerak refleks.
2.      Gerak yang terjadi karena mendapat rangsangan secara tiba-tiba disadari atau tidak? Dinamakan gerak apakah itu?
Jawab: Tidak disadari. Gerak ini disebut gerak refleks.
3.      Gerak yang terjadi karena mendapat perintah untuk mengedipkan mata itu disadarkan atau tidak? Kapan gerakan itu disadari?
Jawab: Disadari. Tepat saat seseorang mendapatkan rangsan. Ini disebut gerak biasa.
4.      Di mana implus pada kedua gerak tersebut di atas mendapatkan tanggapan?
Jawab: Pada gerak biasa, impuls akan mendapat tanggapan di otak, sehingga gerakan ini disadari tepat saat kita mendapat rangsang. Sedangkan pada gerak refleks, impuls akan mendapat rangsang di sumsum tulang belakang, gerakan ini terjadi secara reflek dan tanpa kita sadari. Kita baru akan menyadari saat kita telah melakukan gerakan itu.
5.      Lengkapilah bagian jalan impuls gerakan biasa di bawah ini!
Jawab: Rangsangan → ReseptorSel Saraf Sensorik → Otak → Sel Saraf Motorik → Efektor → Gerakan.
            Kesimpulan:
Gerak refleks adalah gerak yang terjadi akibat rangsang yang didapat secara tiba-tiba, impuls akan ditanggapi di sumsum tulang belakang. Sedangkan gerak biasa adalah gerak yang kita lakukan secara sadar dan impuls ditanggapi di otak.
Read More

LAPORAN PRAKTIKUM IPA MEMBUAT TELUR ASIN




LAPORAN PRAKTIKUM IPA
MEMBUAT TELUR ASIN
I.                   TEORI SINGKAT
Telur yang direndam didalam larutan garam akan mengalami osmosis karena teur tersebut ditempatkan ditempat/lingkungan yang konsentrasinya lebih encer daripada di dalam telur (isi telur). Telur sebagai sel tunggal yang terbungkus cangkang yang memiliki pori-pori dan merupakan membran yang bersifat selektif permeabel, kuning telur sebagai inti. Hal itu menyebabkan air garam masuk ke dalam telur melewati membran/cangkang telur karena konsentrasi di dalam lebih tinggi daripada di luar, sehingga telur menjadi asin. Hal ini juga sesuai dengan pengertian osmosis yaitu proses perpindahan molekul-molekul zat terlarut dari konsentrasi rendah (hipotonik) ke konsentrasi tinggi (hipertonik).
Sebelum telur direndam sebaiknya telur diamplas terlebih dahulu agar dapat mengikis kalsium yang ada di cangkangnya dan dapat mempermudah molekul masuk ke dalam telur. Untuk pencucian sebaiknya menggunakan air hangat untuk membunuh mikroorganisme sehingga telur tersebut steril ketika dimasukkan ke dalam larutan. Dalam praktikum lebih baik menggunakan garam kristal sebagai zat terlarut karena garam kristal memiliki konsentrasi lebih tinggi dan garam tersebut lebih asin dari pada garam dapur biasa.
Berat telur bertambah dan volume air berkurang dikarenakan molekul air dan garam bergerak masuk ke dalam telur karena larutan garam lebih hipotonik dibanding isi telur yang hipertonik. Sehingga menyebabkan hemolisis atau masuknya molekul air dan garam ke dalam telur, sehingga berat telur bertambah tetapi volume air di luar berkurang. Semakin encer larutan garam maka akan semakin lama pengasinan.

II.                TUJUAN
1. Belajar membuat telur asin secara mandiri.
2. Mengetahui proses pembuatan telur asin.

III.             ALAT DAN BAHAN


        Wadah
        Amplas
        Telur bebek 3 buah
        Abu gosok secukupnya
        Garam kristal
        Air



IV.             LANGKAH KERJA
1.      Siapkan alat dan bahan untuk pembuatan telur asin.
2.      Cuci telur hingga bersih, kemudian keringkan.
3.      Amplas  semua permukaan telur agar pori-porinya terbuka.
4.      Buat adonan yang terdiri dari campuran abu gosok, garam, dan air secukupnya.
5.      Masukkan telur ke dalam adonan tersebut, lalu bungkus telur dengan adonan satu persatu secara merata sekeliling permukaan telur.
6.      Simpan/susun telur ke dalam stoples selama ±seminggu.

V.                KESIMPULAN
-Proses perpindahan molekul yang terjadi pada percobaan telur asin ini adalah osmosis
-Peristiwa osmosis pada percobaan kali ini adalah perpindahan molekul air dan garam dari konsentrasi rendah(larutan garam) ke konsentrasi tinggi (telur)
-Bakteri dan mikroorganisme tidak mampu hidup di larutan garam, maka seringkali mengawetkan makanan dengan cara mengasinkan makanan tersebut
Read More

© Teenager Story❦, AllRightsReserved.